aku ingin menyerah... ----- tidak banyak hal-hal yang kau dengar keluar dari mulutku adalah sebuah kejujuran yang bisa kau telan mentah-mentah. banyaknya memang adalah sebuah kepalsuan yang kubuat-buat untuk menutupi betapa sejatinya aku hanya berpura-pura untuk terlihat kuat. ya, aku tidak sekuat yang orang lain lihat dari diriku. nyatanya aku serapuh itu. aku bahkan tak jarang menangis di beberapa kesempatan yang seharusnya aku bisa berpenampilan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. ini semua karena luka kehilangan dan kekecewaan mendalam yang kurasakan. dua hal yang membuatku beranggapan bahwa kini aku hanya punya aku sendiri untuk menghadapi kerasnya dunia. tak jarang setiap malam aku menangis mempertanyakan hal yang sama berulang: " kenapa hidupku menjadi semenyedihkan ini? " aku harus menahan segala perasaan yang tidak bisa kudeskripsikan rasanya. tak jarang terlintas pikiran buruk untukku memotong di tengah jalan dan mengakhiri segalanya. sebab betapa takutnya aku me...
Walaupun di beberapa posting -an sebelumnya aku selalu bilang berat menjadi anak pertama di keluarga, tapi aku tetap merasa sangat beruntung berada di dalamnya. Terutama karena almh. Mamah dan juga keluarga dari pihak mamah yang selalu menghujaniku dengan rasa kasih sayang yang luar biasa, bahkan sampai dengan sekarang. Aku ingat cukup banyak mainan yang kupunya, seperti puzzle , mainan balok KW-annya Lego, Boneka Barbie , dan masih banyak lagi. Dari yang dibeli murahan di pedagang mainan asongan, di toko mainan, sampai dengan sebagai oleh-oleh dari luar kota. Masih sangat melekat diingatan waktu itu aku diajak oleh salah satu kaka sepupuku pergi ke town plaza untuk membeli mainan. Usiaku saat itu mungkin masih 4 - 5 tahun. Disitu diajaknya aku memilih mainan sendiri dan pilihan hatiku jatuh pada set mainan peraga masak-masakan. Sampai saat ini aku ingat persis warna panci mainan itu yang berwarna biru tua dilengkapi dengan stiker bergambar makanan berkuah yang banyak wort...